Katarsis,  Kontemplasi

MENERIMA KETIDAKSEMPURNAAN SEBAGAI KEINDAHAN

Setiap manusia tentulah memiliki hasrat untuk meraih kesempurnaan dalam hidup. Kesempurnaan untuk memiliki keluarga bahagia, karir sukses, kesehatan prima, serta kesempurnaan dalam banyak hal lainnya. Hari-harinya pun diisi dengan segala usaha untuk mencapai kesempurnaan tersebut. Berbagai perencanaan pun mulai rancang. Pekerjaan yang harus diselesaikan, pakaian yang mesti dikenakan, makanan yang dikonsumsi, cara mendapat uang tambahan, dengan siapa harus menikah, hingga bagaimana cara membesarkan anak. Semua terancang dengan sempurna.

Namun hidup tidak bisa ditebak. Saat tidak ada kepastian, segala sesuatu pun bisa terjadi. Termasuk saat rencana yang telah dirancang tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tidak ada orang yang berencana untuk gagal. Tapi kegagalan turut serta berjalan beriringan dengan usaha yang dijalankan dalam mencapai kesempuranaan.

Semua berjalan begitu cepat. Tuntutan dalam hidup pun semakin banyak. Di sisi lain, tidak semua orang bisa mengikutinya. Ditambah lagi, kesuksesan orang lain di sekitar yang semakin membuat diri merasa rendah. Perasaan lelah, waswas, dan hampa tidak jarang menghampiri. Kondisi ini, sering kali, membuat seseorang merasa tertekan. Saat hal tersebut melanda, hidup pun akan terasa penuh dengan kecacatan.

Melihat kecacatan atau ketidaksempurnaan dalam hidup merupakan prinsip utama dalam prinsip estetika Wabi-sabi. Sebuah falsafah dari Negara Jepang yang mengajarkan manusia untuk menerima kekurangan dan menjadikannya sebagai sebuah keindahan. Prinsip Wabi-sabi mengajarkan kita untuk menerima dan menghargai kekurangan dalam diri. Pada saat yang sama juga mengutamakan kesederhanaan.

Konsep tersebut sangat cocok untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini. Kegagalan yang menimpa, kesalahan yang pernah dilakukan, dan kekurangan yang dimiliki dapat dimaknai sebagai sebuah bagian keindahan dari perjalanan hidup manusia. Tidak ada yang kekal, tidak ada yang sempurna, dan tidak ada yang selesai. Dalam hidup, segala hal sangat mungkin untuk terjadi. Maka dari itu, konsep ini mengajarkan agar manusia dengan ikhlas menerima segala sesuatu yang terjadi dan yang tidak bisa dihindari.

Lebih lanjut, Wabi-sabi juga menjadi ruang jeda bagi seseorang untuk mulai menerima, memaafkan, dan mengenali segala bentuk kekurangan dalam diri sendiri dan juga orang lain. Seiring dengan berjalannya waktu, kelapangan dalam hati pun akan tumbuh menyambut segala bentuk kekurangan. Perasaan cinta terhadap diri sendiri akan berkembang dan mengantarkan kepada kepuasaan hidup yang lebih dalam. Hidup tidak lagi sekadar persaingan untuk memenuhi segala tuntutan sosial. Kesempurnaan tidak lagi menjadi penjara bagi kehidupan seseorang.

***

Selama ini, kita sering menjadikan ketidaksempurnaan sebagai hal yang patut untuk disesali. Perasaan putus asa pun melanda saat menyadari adanya ketidaksempurnaan tersebut. Tidak jarang, hal ini membuat mata kita tertutup atas keindahan lain yang ada pada diri kita. Kamu mungkin pernah mengalaminya. Merasa diri tidak cukup baik dan tidak berharga. Setiap saat dibayang-bayangi penyesalan atas kekurangan yang ada pada diri serta pengalaman pahit yang pernah dialami. Ruang untuk bersyukur serta mencintai diri sendiri pun semakin tertutup.

Jika hal ini sedang kamu alami, ada baiknya kamu mengambil jeda sesaat. Penerapan nilai-nilai utama dari prinsip Wabi-sabi menjadi layak untuk dicoba. Untuk melakukannya tidak diperlukan uang, pelatihan, ataupun keterampilan khusus. Kamu bisa memulai dengan menumbuhkan perasaan tenang dalam dirimu. Kejernihan pikiran pun perlu dalam hal ini. Berusaha untuk tidak menyangkal kekurangan yang kamu miliki dan berdamai dengan keadaan yang sedang kamu hadapi menjadi kunci utamanya. Percayalah, hal tersebut merupakan keindahan dan keunikan yang kamu miliki.

Wabi-sabi mampu meruntuhkan pikiran-pikiran negatif dan usaha yang melelahkan dalam mencapai kesempurnaan. Ada baiknya, kamu mulai untuk melihat sekelilingmu dan menentukan apa yang sesungguhnya berharga dalam hidup. Dalam keadaan ini, kamu bisa mengatur ulang tujuan hidup sesungguhnya yang ingin kamu capai. Wabi-sabi memberikan kesempatan kamu untuk menjadi diri sendiri. Tanpa harus tergesa-gesa membangun citra yang sama sekali bukan dirimu. Penerapan Wabi-sabi menjadi langkah yang tepat agar kamu bisa rileks, memelankan, dan berhenti sebentar dari kehidupan yang hectic demi menemukan kembali kehidupan yang penuh syukur dan bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *