Tak berkatagori

TERTARIK DENGAN ISU DISKRIMINASI? 7 FILM INI WAJIB KAMU TONTON!

Film tidak hanya bisa dijadikan sebagai media hiburan bagi para penikmatnya. Lebih dari itu, keberadaan film juga merupakan suatu refleksi atas kehidupan sosial yang terjadi di masyarakat. Tidak heran apabila fenomena dalam kehidupan masyarakat dijadikan sebagai tema utama dalam sebuah film. Diskriminasi merupakan salah satu fenomena yang kerap dijadikan tema dalam sebuah film. Bagi kamu yang tertarik dengan masalah sosial ini, Kamarbaca punya beberapa rekomendasi film yang cocok untuk kamu tonton. Apa aja ya? Kita simak di bawah ini, yuk!

Persahabatan dalam Propaganda Anti-Semitisme di The Boy in the Striped Pajamas (2008)

Diskriminasi serta kebencian mendalam terhadap kaum Yahudi pada masa kekuasaan Nazi di Berlin menjadi tema utama yang diangkat dalam film ini. The Boy in the Striped Pajamas mengisahkan tentang persahabatan bocah berusia 8 tahun bernama Bruno, anak seorang komandan kamp konsentrasi, dengan Shmuel yang merupakan anak dari keturunan Yahudi. Menggunakan sudut pandang anak-anak dengan kepolosannya, tidak sulit bagi kamu untuk menikmati film ini meskipun mengangkat tema yang cukup berat. Film ini meyuguhkan keunikan yang mengharukan sehingga sangat sayang untuk dilewati.

Melawan Diskriminasi dalam Film The Help (2011)

Film garapan Tate Taylor ini menceritakan tentang perjuangan untuk melawan diskriminasi yang dialami orang-orang kulit hitam di tahun 1960an. Cerita diambil melalui sudut pandang para pembantu keturunan Afrika-Amerika yang bekerja di rumah orang-orang kulit putih. Pengalaman serta perlakuan diskriminatif yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari dikisahkan dengan sangat detail. Menonton film ini bisa membuka wawasan dan pikiranmu dalam menyikapi berbagai tindak diskriminatif yang dialami oleh minoritas. Seru banget, kan?

Diskriminasi Terhadap Difabel dalam Miracle in Cell No 7 (2013)

Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1972 di Korea Selatan.  Bercerita mengenai seorang laki-laki penyandang kebutuhan khusus yang juga seorang Ayah bernama Yong Goo. Ia dituduh melakukan tindakan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang siswi sekolah dasar. Atas tuduhan tersebut, ia diganjar hukuman mati. Meskipun perlakuan diskriminatif yang menyedihkan banyak diterima Yong Goo, film ini tetap berhasil menyajikan makna keluarga, persahabatan, dan kasih sayang. Berbagai momen lucu pun akan membuatmu tambah terhibur. Sangat menarik untuk kamu tonton!

Ketidakadilan Gender dalam Film Dangal (2016)

Film ini terinspirasi dari kisah nyata seorang mantan pegulat, Mahavir Singh Phogat, yang menginginkan kejayaan yang pernah dimilikinya dapat diraih oleh anak-anaknya kelak. Sayangnya, ia tidak memiliki anak laki-laki. Stigma yang mengalir dalam masyarakat India melemahkan kaum perempuan untuk bisa ambil bagian dalam olah raga ini. Berusaha melawan stigma tersebut, ia memutuskan untuk melatih kedua anak perempuannya, Geeta dan Babita, untuk menjadi pegulat profesional. Film ini tentunya menjadi tamparan keras terhadap budaya patriarki yang banyak berkembang di masyarakat. Kamu dapat terbawa pada titik paling sensitif yang sulit untuk tidak menetekan air mata saat menonton film ini. Sangat menghibur dan terasa menghangatkan!

Persahabatan dalam Perbedaan di Green Books (2018)

Berbeda dengan film mengenai diskriminasi ras sebelumnya, film ini menceritakan tentang pertemanan dalam sebuah perjalanan yang dilakukan oleh seorang kulit hitam, Don Shirley, dan seorang Italia-Amerika bernama Tony. Don Shirley yang ‘berkelas’ mempekerjakan Tony sebagai supir untuk mengantarkannya ke berbagai tempat yang masih sangat lekat dengan budaya diskriminasi rasial. Film ini akan mampu membuat matamu terbuka akan ketidakadilan terhadap minoritas yang tak lekang waktu dan tentu saja selalu menjadi momok menakutkan. Green Book secara kentara maupun subtil mampu menjadikan tema rasial dengan penuh makna serta humor yang sangat menghibur.

Fenomena diskriminasi memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Menjadikan hal ini sebagai sebuah karya seni berupa film sesungguhnya merupakan langkah persuasif bagi pada sineas agar penonton, seperti kamu, bisa lebih aware dengan isu ini. Tetap kunjungi Kamarbaca untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *