Tak berkatagori

5 HAL INI PERTANDA KAMU HARUS MELAKUKAN DIET MEDIA SOSIAL

Perkembangan teknologi yang begitu masif membuat media sosial menjadi bagian dari hidup masyarakat saat ini. Penelitian yang dilakukan oleh Digital Around The World 2019 melaporkan waktu penggunaan internet penduduk Indonesia rata-rata 8 jam 36 menit. Dari waktu tersebut, 3 jam 26 menit dalam digunakan untuk berselancar di media sosial. Ironisnya, penggunaan media sosial yang terlalu sering justru bisa mengakibatkan rasa tidak bahagia dan terisolasi bagi para penggunanya. Diet media sosial dengan mengurangi atau membatasi penggunaan media sosial menjadi solusi yang diajukan. Kamar Baca akan memberikan informasi untuk kamu lima hal yang menjadi tanda untuk melakukan diet media sosial. Kita simak, yuk!

Merasa Waswas Saat Tidak Mengecek Media Sosial

Kamu pasti pernah berada di satu momen atau tempat saat kamu kesulitan mengakses internet. Terlebih lagi kamu tidak bisa mengecek media sosial yang kamu miliki. Kamu akan merasa seperti kehilangan sesuatu serta waswas atas apa yang orang lain sedang lakukan tanpa dirimu. Apabila ini terjadi, ada baiknya kamu beristirahat sebentar dari media sosial. Karena jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan mentalmu. Perasaan khawatir terus akan kamu rasakan bila tidak bersentuhan dengan media sosial. Sebaiknya, kamu menikmati real life daripada hanya berlama-lama menatap layar gawai pintarmu.

Pencapaian Orang Lain Tidak Lagi Membuat Bahagia

Warganet sering kali membagikan pencapaian yang diraihnya melalui akun media sosial. Apabila kamu merasa hal tersebut bisa membuatmu turut senang dan termotivasi, maka kamu memperoleh manfaat dari penggunaan media sosial. Namun jika sebaliknya, kamu lebih baik beristirahat sejenak untuk tidak menggunakan media sosial. Informasi semacam itu sebenarnya juga dapat berdampak pada menurunnya self-esteem yang bisa membahayakan. Berbagi informasi memang tujuan utama bermain media sosial. Tetapi jika informasi tersebut dibagikan secara berlebihan dan tidak bermanfaat untuk diri kamu alangkah bijaksana bila kamu bisa menghindarinya.

Mati Gaya Saat Tak Bermedia Sosial

Bisakah kamu mengingat apa yang dulu sering kamu lakukan saat media sosial atau gawai pintar belum masuk dalam kehidupanmu? Mungkin kamu akan kesulitan mengingatnya. Itu bisa jadi pertanda media sosial telah menjadi bagian besar dalam hidupmu. Tanpa media sosial kamu akan merasa mati gaya. Saat merasa jenuh, media sosial akan menjadi penyelamat. Kamu pun akan memeriksanya dengan konstan baik secara sadar ataupun tidak. Media sosial telah mengambil kendali hidupmu. Ada baiknya kamu mulai memikirkan untuk melakukan berbagai hal yang bisa berkesan dan bermanfaat di dunia nyata daripada hanya berselancar tanpa arti di dunia maya.

Mengurangi Tingkat Produktivitas dan Kualitas Hidup

Saat sedang bermain media sosial, ada baiknya kamu mulai mempertanyakan urgensi dari tindakan tersebut. Kebiasan untuk mengecek media sosial memang datang tanpa disadari, seakan-akan hal itu sudah menjadi kebiasaan yang lumrah. Saat sedang bekerja atau sekadar berkumpul dengan sejawat, keberadaan media sosial seringkali mengusik produktivitas dan kualitas hidupmu. Akan lebih baik untukmu dengan mengubah kebiasaan itu dan fokus pada real life yang kamu miliki.

Merasa Tidak Bahagia dengan Diri Sendiri

Pengguna media sosial memiliki kecenderungan untuk membagikan momen yang menunjukan kebahagiaan. Paras cantik dengan tubuh sempurna, rumah indah, barang mewah, liburan ke tempat-tempat eksotis, dan prestasi gemilang. Ada kalanya hal tersebut malah membuat orang lain merasa tertinggal dengan apa yang dimilikinya. Jika kamu juga merasakan hal tersebut, ada baiknya kurangi dan batasi pemakaian media sosial. Kamu akan terus membandingkan dirimu dengan yang telah dimiliki orang lain. Perasaan tidak bahagia dan merasa kekurangan akan terus meliputi hidupmu. Hal ini tentu saja sangat tidak baik untuk kehidupanmu.

Tidak ada yang salah dengan penggunaan media sosial. Berbagai manfaat memang telah dirasakan penggunanya. Kemudahan komunikasi, bertautan dengan teman, berbagi informasi, dan hiburan merupakan keuntungan bemain media sosial. Perkara yang dipermasalahkan yaitu ketika seseorang telah kecanduan media sosial dan menerima dampak buruk atas penggunaannya. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berselancar di sosial media merupakan awal menjalarnya pengaruh negatif tersebut. Bijaksana dalam menggunakan media sosial pun menjadi hal yang penting. Semoga informasi yang Kamar Baca berikan kali ini bisa bermanfaat. Bye!

Sumber gambar: pinterest.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *