Solo female travel
Jeda,  Melancong

‘SOLO FEMALE TRAVEL’ KINI MENJADI TREN DI KALANGAN MILENEALS

Melancong seorang diri kini kian marak dilakoni oleh mileneals, khususnya di kalangan wanita. Anggapan bahwa berpergian seorang diri bagi wanita adalah hal yang berbahaya atau bahkan aneh agaknya semakin lama semakin luntur. Benarkah demikian?

Data dari Princenton Survey Research Associates Study tahun 2017 menunjukkan bahwa 58% mileneals di seluruh dunia lebih memilih solo travelling daripada bersama rombongan.

Lebih mencenangkan lagi, hasil penelitian Facebook menunjukkan sebanyak 63% solo travelling dilakukan oleh wanita, sedangkan 36% dilakukan oleh laki-laki.

Kecenderungan wanita berpergian seorang diri ternyata tidak hanya mengikuti tren semata. Contohnya, dilansir dari laman theguardian.com, Rosita Boland, seorang penulis feature senior di Majalah The Irish Time, mengatakan solo travelling  bagi wanita adalah sebuah kebebasan, dalam segala hal. Mengapa wanita yang melakukan perjalanan seorang diri dikatakan ‘berani’, sedangkan laki-laki yang melakukan hal tersebut merupakan hal yang biasa? Bisa dikatakan hal itu tidak sepenuhnya benar. Berani menurut Boland berarti tetap memiliki rasa takut, namun mampu menaklukan rasa takut tersebut.

https://id.pinterest.com/pin/534239574541950597/

Ketika kamu berpergian sendirian, kamu akan berusaha berkomunikasi dengan orang baru. Bagi pecinta solo travelling, hal inilah yang mereka cari dari perjalanan seorang diri. Boland juga menambahkan keberadaan wifi seringkali membuat seseorang sibuk dengan gawainya. Perbincangan di cafe misalnya, menjadi terasa hambar karena mereka duduk bersama namun tidak saling bercengkrama. Menurutnya, itulah hal menyedihkan yang pernah dia lihat.

Tidak hanya Boland, solo female traveler asal Indonesia yang populer karena bukunya yang berjudul The Naked  Traveler, siapa lagi kalau bukan Trinity.

Trinity adalah penulis dan blogger perjalanan terkemuka di Indonesia dengan 15 buku terlaris nasional termasuk seri The Naked Traveler yang diadaptasi menjadi film berjudul Trinity, The Nekad Traveller. Pada tahun 2005, ia memulai blog perjalanan pertama di Indonesia di naked-traveler.com, yang pada 2007 menarik perhatian penerbit.

Buku debutnya The Naked Traveler adalah kumpulan cerita pendek yang penuh makna, diselipi pengalaman jenaka dari petualangannya di seluruh dunia. Buku itu berhasil menginspirasi banyak orang Indonesia, terutama orang muda untuk bepergian, sesuatu yang masih sangat langka pada saat itu.

Dia telah menapakkan kakinya ke hampir semua provinsi di Indonesia serta 88 negara di seluruh dunia – dan terus bertambah. Bagi Trinity, Indonesia adalah negara terbaik yang pernah dia kunjungi.

Sumber : theguardian.com, thenaked-traveler.com

A sapiophile, librocubicularist, and perpetual dreamer who is also a writer, editor, and teacher for Indonesian as second language. Her passion is reading good books and sipping a cup of tea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *