Jeda,  Listicle

AGAR TIDAK HANYUT DALAM KERISAUAN QUARTER LIFE CRISIS

Persoalan menjalani hidup memang tidak bisa dibilang mudah. Berbagai realita yang tidak sesuai dengan ekspektasi akan banyak ditemukan dalam hidup. Bagi kamu yang sudah memasuki usia 25 tahun pasti setuju dengan pendapat ini. Usia 25 tahun memang menjadi salah satu fase yang tidak mudah untuk dijalani. Hal ini dikenal dengan istilah Quarter Life Crisis. Secara sederhana, seorang psikolog dari Washington D.C. bernama Nathan Gahlert, Ph.D. menjelaskan bahwa quarter life crisis merupakan periode yang sangat intens di mana terdapat pencarian dalam jiwa dan adanya tekanan pada pertengahan usia 20 tahun dan menjelang usia 30 tahun. Orang-orang yang mengalami masalah ini biasanya mereka yang memiliki tekad tinggi untuk mencapai sesuatu dan juga cerdas namun masih merasa gagal ataupun tertinggal dibandingkan dengan orang lain.

Quarter life crisis juga sangat diasosiasikan dengan generasi milineal. Penelitian yang dilakukan oleh Grumtree.com menemukan 86% dari 1.100 kelompok masyarakat ini dilanda quarter life crisis. Tekanan untuk sukses dalam segala hal termasuk karir, hubungan percintaan, keuangan, dan pekerjaan sebelum memasuki usia 30 tahun menjadi faktor penyebabnya. Mereka mengalami krisis secara emosional, kekhawatiran, serta rasa tidak percaya diri untuk meninggalkan kehidupan akademik dan memasuki kehidupan kerja. Perasaan bingung dan kehilangan arah serta tujuan hidup juga banyak dialami oleh kelompok ini. Hal ini diperparah dengan karir yang digeluti tidak sesuai dengan passion yang dimiliki. Kamu mungkin juga sedang dilanda perkara ini. Tidak perlu khawatir. Kamar Baca telah menyiapkan beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar kamu tidak terombang-ambing dalam fase quarter life crisis. Simak di bawah ini, ya!

  • Temukan Seseorang untuk Bercerita

Ada baiknya kamu temui seseorang yang kamu percayai atau handal untuk mendengar masalah yang sedang kamu hadapi. Membicarakan masalah dengan orang lain tidak hanya membuatmu merasa lega namun juga bisa untuk mendapatkan solusi. Keberadaan orang-orang di sekitarmu merupakan supporting system yang bisa memberikan kamu berbagai pandangan, apalagi dari orang-orang yang juga pernah mengalaminya. Hal ini sangat penting agar kamu tidak merasa sendiri dan tenggelam dalam menghadapi masalah ini.

  • Kurangi Penggunaan Media Sosial

Media sosial memang sangat lekat dengan kehidupan kita. Pastinya, cukup sulit untuk tidak menggunakannya di era sekarang. Namun tahukah kamu penggunaan sosial media bisa menyebabkan seseorang semakin terpuruk dalam fase quarter life crisis? Media sosial nyatanya bisa mengakibatkan seseorang berangan-angan untuk memiliki kehidupan seperti orang lain. Padahal sebenarnya kehidupan yang dimilikinya belum tentu seindah dengan apa yang ia pamerkan. Hal ini bisa berdampak terjadinya krisis identitas dalam diri karena terus ingin meniru orang lain. Dampak lainnya dari penggunaan sosial media secara berlebihan adalah muncul perasaan khawatir, kesepian, rendah diri, terisolasi, dan dengki. Perasaan tersebut tentunya akan menumpuk dan memperburuk keadaan dalam fase quarter life crisis.

  • Berhenti Membandingkan Dirimu dengan Orang Lain

Setiap orang memiliki perjalanan masing-masing untuk mencapai kesuksesan. Kesadaran tersebut harus kamu tanamkan dan yakini. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain akan membuatmu tidak menyadari hal-hal baik yang sebenarnya telah kamu miliki. Sebaliknya, kamu akan fokus pada hal yang tidak kamu punya. Kamu lebih baik memfokus pada impian serta kesuksesan yang kamu inginkan. Jadi berhenti untuk membandingkan dirimu dengan orang lain dan menginginkan apa yang orang lain miliki. Hidup bukanlah sebuah kompetisi. Ada baiknya, kamu menentukan sendiri apa yang ingin kamu capai dan kebahagiaan yang ingin kamu miliki.

  • Jangan Terpaku dengan Gelar Sarjana yang Kamu Miliki

Keyakinan bahwa memiliki gelar sarjana akan membuat seseorang hidup dengan lebih mudah, khususnya dalam karir, menjadi salah satu penyebab masalah ini. Kenyataannya, gelar sarjana yang telah diperoleh seseorang tidak membawanya pada pekerjaan yang ia inginkan. Banyak pekerja yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki serta ilmu yang dulu dikuasainya. Ditambah, tingkat pendidikan yang dimiliki tidak sesuai dengan pekerjaan yang digeluti. Kenyataan ini tentu saja menjadi kekhawatiran karena apa yang dimilikinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Jika kamu mengalami hal ini ada baiknya untuk duduk sejenak dan memikirkan apa alasan utama kamu berkerja. Apabila uang menjadi faktor utama, maka sebaiknya kamu mempertahankan pekerjaan yang kamu miliki saat ini. Namun jika hal lainnya, kamu bisa mencari pekerjaan lain yang kamu inginkan.

  • Temukan Akar Utama Masalah

Sangat mudah untuk merasa terbebani terlebih dengan ekspektasi orang tua dan tekanan dalam dunia kerja. Ada baiknya, kamu mencari momen yang tepat untuk memikirkan dan menuliskan berbagai hal yang menjadi beban dalam hidupmu. Boleh jadi, hal itu terkait dengan masalah finansial, pekerjaan yang tidak membuatmu bahagia, atau hubungan personal dengan orang lain. Cara ini bisa membantumu untuk mengatasi masalahmu dan merencanakan langkah selanjutnya dalam hidup.

  • Selalu Bersyukur

Menyediakan waktu untuk memikirkan apa yang kamu miliki, prestasi yang telah kamu raih, masalah yang pernah kamu selesaikan, serta berbagai hal yang kamu lalui. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa syukur dengan hidupmu saat ini dan membiarkan energi postif masuk dalam pikiranmu. Sehingga tidak ada lagi ruang tersisa untuk hal-hal negatif yang bisa membuatmu kecewa. Apresiasi kekuatan, pencapain, serta pelajaran yang kamu miliki. Kamu pun akan terus berfokus pada kebaikan yang ada pada dirimu.

Menerima fase quarter life crisis juga menjadi cara untuk bisa mengendalikannya. Kamu tidak perlu takut dan merasa sendiri. Fase hidup ini sebenarnya sangat membantu agar kamu mempersiapkan kehidupan di usia 30 tahun. Tentukan apa yang ingin kamu inginkan dan langkah yang akan kamu lakukan agar tidak terlalu lama hanyut dalam kerisauan quarter life crisis. Demikian informasi yang bisa Kamar Baca berikan untuk saat ini. Nantikan berbagai informasi menarik lainnya ya sobat!

Sumber gambar: pinterest.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *