Senandika Bahagia

Dalam diam, aku berharap
kejernihan pikiran yang kian temaram
Dalam khusyuk, aku berdoa
kebahagiaan hidup yang semakin sirna

Mentari tak lagi sama
Sekadar tanda untuk mulai kerja
Bagai mimpi buruk
yang memaksaku bagun dari tidur lelap

Aku lelah, tapi tak menyerah
Aku gelisah, tapi bukan kesah
Hanya sekadar usaha
Demi membuang kesal dalam dada

Batinku terkoyak
Badanku lelah bergerak
Pikiranku terkurung dalam perdebatan
‘inikah hidup yang aku impikan?’


Salbiah

An eternal student, thinker, and everlasting fangirl.

 

 


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *