Kamu

Aku mendambamu sebagaimana bulan merindukan malam

Aku menantimu sebagaimana mentari mengharap siang

 

Aku takut kehilanganmu

Layaknya senja yang dilumat habis gelapnya

malam

Pagi pun tak ubahnya serpihan kaca

Menyatu dengan udara yang begitu menyesakkan

 

Aku kian menikmati

Tapi tak ingin mati

Jika pagi tidak segar kembali

 

Kamu bagaikan hiasan dunia

Dan kamu adalah angkasa

Tapi setelah aku tersadar, kamu begitu jauh

Dan aku tak punya sayap

 

Aku menikmati

Tapi tak ingin mati

Jika angkasa semakin tinggi

 

Kamu bagaikan udara

Bebas beranjak kemanapun yang kau suka

Memenuhi seluruh alam semesta

Namun tetap tak dapat kuikat

 

Aku menikmati

Walau kamu selalu pergi

Dan mata tak bisa melihatmu lagi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *