Catatan Cinta

 

Terhenti dalam rasa syukur tak terukur
saat kita diizinkan bertemu dalam bahagia dan haru
disaksikan bersuami-istri oleh Para Dewa
dengan cinta di antara kita

Tidak apa-apa rumah kita adalah gubuk kecil
karena kita ada cinta
bantal kita, biar keras
tapi kita punya cinta
meja makan kita, mungkin tidak berisi banyak
tapi kita punya cinta
tapang bambu kita, walau sudah tua
namun selalu ada cinta

Kita senantiasa temukan cinta terselip di antara helai-helai rambut,
berbisik di liang-liang telinga,
mendiami setiap saraf di tubuh kita yang bercinta dan berpeluk mesra

Mencintai kita adalah mencintai semesta
tak bosan-bosannya kita mencinta
sampai tiba waktunya,

kita memohon; cinta, tinggallah sejenak lebih lama.

 

 


I Kadek Sanjaya

Melanglang mayapada.

 

 

 


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *