Meneguk Tuhan dalam Secangkir Kopi Denny Siregar

Meneguk Tuhan dalam Secangkir Kopi Denny Siregar


Sedari dulu kita selalu diyakinkan bahwa Tuhan berada dekat dengan kita. Keberadaan-Nya lebih dekat dari urat leher kita. Tapi, tidak jarang kita merasa kehilangan Tuhan bahkan merasa asing dengan-Nya. Layaknya orang tersesat, kita pun kebingungan. Terdesak untuk menemukan jalan pulang. Siapakah Tuhan yang selama ini kita yakini? Sampai sejauh manakah kiranya kita harus menghamba agar dapat mengenal Tuhan?

Denny Siregar mengajak kita untuk mengenal kembali Tuhan. Melalui Tuhan dalam Secangkir Kopi, pembaca diajak memaknai kembali keyakinan tentang ke hadirat-Nya yang dekat. Buku ini terdiri atas gagasan-gagasan penulis tentang entitas Tuhan. Isinya berupa pengalaman spiritual yang terasa lekat. Sarat terhadap nilai yang mampu menggugah pembaca untuk memahami Tuhan secara personal. Penulis juga mengajak pembaca untuk menemukan sudut ruang sunyi dalam diri di mana Tuhan menunggu kita untuk kembali. Menyelami diri demi membangun keyakinan bahwa Tuhan mempunyai semua yang terbaik untuk makhlukNya. Menanggalkan keresahan, kegelisahan, dan ketakutan dari apa yang tidak diketahuinya. Berdamai dengan dirinya melalui rasa syukur, tenang, nan teduh. Hingga terciptalah bentuk penghambaan yang sempurna.

Membaca buku ini mampu memberikan kesadaran akan adanya dimensi ke-Ilahi-an dalam setiap realitas. Kebahagiaan dan kesedihan, kemakmuran dan kemiskinan, serta kehormatan dan kehinaan. Semuanya lekat dengan manifestasi Tuhan. Tercipta pula keyakinan dalam diri bahwa Tuhan selalu memiliki rencana terbaik untuk hamba-Nya. Melepaskan segala hawa nafsu duniawi dan merayakan keberadaan Tuhan dengan ketaatan. Itulah yang sebenarnya harus dilakukan.

“Permasalahan terbesar saat berkomunikasi dengan-Nya adalah kita tidak pernah berusaha memahami maksud-Nya” (hlm. 124)

Banyak manusia yang berusaha dengan keras untuk menemukan Tuhan. Hasrat tersebut tanpa disadari justru menciptakan ego yang malah “di-Tuhan-kan”. Kecondongan ini yang menuntun pada kemudaratan. Banyak dari mereka mengaku sebagai kaum pembela Tuhan. Namun, kenyataannya mereka malah melahirkan perseturuan, permusuhan, dan perpecahan. Kekeliruan juga banyak disindir penulis yang sesungguhnya adalah fenomena nyata yang banyak dijumpai saat ini.

Tuhan Dalam Secangkir Kopi| Denny Siregar| Noura Books| September 2017 (Cetakan ke-9) | xiii+200 halaman | ISBN : 978-602-385-112-6

 


Salbiah

An eternal student, an absolute thinker, and an everlasting fangirl.

 

 

 


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *