Resep Bahagia Hamka

Bahagia itu
Dekat dengan Kita
Ada di dalam Diri Kita

Setiap insan pasti mendamba kebahagiaan. Tapi, tak semua orang tahu resep bahagia. Kata Hamka, bahagianya orang fakir adalah kekayaan, bahagianya orang sakit adalah kesehatan, dan bahagianya orang tersesat adalah kembali ke jalan yang benar. Lantas, apa definisi bahagia bagi kita? Apakah bahagia itu seperti yang kita pikirkan? Dan apakah yang kita pikirkan merupakan bahagia yang kita butuhkan?

Untuk bahagia, ada baiknya kita mulai mencoba memahami makna bahagia itu sendiri. Dalam buku Tasawuf Modern karya Hamka, terpapar berbagai pemikiran tokoh mengenai definisi bahagia. Misalnya Al-Ghazali, Aristoteles, Tolstoy hingga pendapat Rasulullah saw. Pemaparan ini bertujuan agar pembaca dapat merumuskan konsep bahagianya sehingga terdoronglah keinginan untuk menuju ke sana.

Kita bisa menilik konsep bahagia yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. Beliau berpendapat bahagia memiliki derajat bagi setiap manusia. Derajat bahagia setiap manusia sesuai dengan derajat akal yang dimilikinya. Oleh karena itu, kesempurnaan akal akan dibarengi dengan kesempurnaan kebahagiaan. Begitulah buku ini dibuka dengan penjabaran saksama tentang bahagia.

Selanjutnya, Hamka menguraikan bagaimana bahagia dan agama, bahagia dan ilmu pengetahuan, serta bahagia dan harta saling bertautan. Ia menguraikan benang merah pertautan bahagia dengan setiap aspek hidup manusia secara cerdik. Buku ini merupakan ajakan untuk pembaca supaya mengevaluasi diri serta menemukan bahagia yang dibutuhkan. Tidaklah heran apabila timbul perenungan dalam diri saat membaca buku ini. Amatlah sempurna kesadaran pikiran yang kita peroleh setelah membaca buku ini dapat diaktualisasikan dalam rupa perbuatan.

Manusia yang beroleh bahagia ialah yang tidak merasa kecewa kepada dirinya sendiri, dan tidak merasa kecewa setelah diri itu tenggelam ke dalam masyarakat. Terpisahnya di antara kepentingan masyarakat hanyalah bilamana orang tidak merasakan bahagia lagi. (hlm. 338)

Tasawuf Modern oleh Prof. Dr. Hamka
xx+337 halaman, diterbitkan Maret 2015 oleh  Penerbit Republika (pertama kali diterbitkan pada 1939)


Salbiah

An eternal student, an absolute thinker, and an everlasting fangirl.

 

 


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *